PENDALAMAN PEMAHAMAN TENTANG HIKMAH
DALAM BERDAKWAH
Pengantar :
اُدْعُ
اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ
بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ
سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ ١٢٥
Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan
pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik.
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya
dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk.
Catatan :
1. Lewat ayat di
atas, Allah menginstruksikan kepada setiap muslim untuk berdakwah (menyeru
manusia ke jalan Tuhan ) dengan : (a) hikmah,
(b) pengajaran yang baik, (c) berdebat dengan cara yang baik
2. Ini berarti
tiap muslim (terutama kaum pendakwah) harus memiliki ilmu hikmah dan perilaku
yang penuh hikmah
3. Dalam berdakwah
harus penuh hikmah (bukan emosional,grusa grusu, balas dendan pribadi,
senitimen pribadi, iri, dengki, benci , melumpuhkan seseorang agar pamor kita
terangkat, su’udzon dan perlaku buruk lainnya )
4. Dalam berdakwah
harus menggunakan metode pengajaran yang baik (merangkul -bukan memukul,
memikat-bukan menyikat, merayu-bukan menipu, setulus hati-bukan membenci,
husnudzon-bukan su’udzon, )
5. Dalam berdakwah,
pantang su’udzon tanpa penelitian terlebih dahulu.
6. Sikap
pendakwah idealnya berdasar penelitian (data & fakta yang akurat, bukti dan
saksi yang teruji, analisis tajam
berdasar kecerdasan akal, kecerdasan, emosi dan kecerdasan spiritual ). Jangan
keburu menuduh tanpa konfirmasi agar tidak dicatat oleh Allah sebagai orang dzolim. Mengapa ? Sebab : sesunguhnya pendengaran, penghlihatan
dan hati akan dimintai pertanggungjawaban ( QS. Al-Isra ‘ :36)
7. Dalam berdakwah
usahakan mengubah benci jadi cinta, bukan sebaliknya
8. Dalam berdakwah
harus obyektif berdasar akal sehat , penelitian tajam yang didukung alquran dan
hadis, serta bijak dan adil
9. Wahai
orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan)
saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu
kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu
lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti
terhadap apa yang kamu kerjakan (QS. AL-MAIDAH : 8).
10.Janganlah kebencianmu
terhadap suatu kaum , membuatmu tidak adil
11.Dalam
berdakwah harus konsisten. Jika mengatakan A dilarang sebab begini dan begitu,
maka kepada selain A juga harus berlaku sama. Jangan dalam suatu hal melarang A
dengan alasan tertentu, tetapi kepada selain A, kita pilih kasih ( membiarkan
bahkan mendukung)
12.Pendakwah
dilarang munafik (emban cinde, emban siladan)
13.Dalam berdakwah
, jangan keburu menilai seseorang sesat tak berguna. Sebab, bisa jadi orang
yang kita nilai membahayakan islam dan umat islam, ternyata Allah menakdirkan
dia lebih baik dalam berislam daripada kita . Ingatlah firman Allah:
·
اِنَّ
رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ
بِالْمُهْتَدِيْنَ
·
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa
yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang
mendapat petunjuk.
14. Lebih lanjut,
mari kita pelajari pesan moral dalam QS. Albaqoroh : 269 )
يُؤْتِي
الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا
كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
“Allah
menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa diberi
hikmah, sungguh ia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat
mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.”
1️⃣ Makna Ayat
Menurut Tafsir Muktabar
📖 Tafsir Ibnu
Katsir
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa hikmah
mencakup:
- Pemahaman mendalam tentang Al-Qur’an,
- Ilmu syar’i yang benar,
- Ketepatan dalam berbicara dan bertindak,
- Kebenaran dalam keyakinan dan amal.
Beliau menukil perkataan Ibnu Abbas
radhiyallahu ‘anhuma:
“Al-hikmah adalah pengetahuan tentang
Al-Qur’an, nasikh dan mansukh, halal dan haram, muhkam dan mutasyabih.”
📖 Tafsir Al-Jalalain
Hikmah diartikan sebagai:
- Ilmu yang bermanfaat,
- Fiqh dalam agama,
- Kebenaran dalam ucapan dan amal.
📖 Tafsir
Ath-Thabari
Hikmah adalah:
“Pemahaman yang benar dalam agama dan
kemampuan menempatkan sesuatu pada tempatnya.”
Jadi, hikmah bukan sekadar kecerdasan,
tetapi ilmu yang benar,
dipahami dengan dalam, lalu diamalkan dengan tepat dan adil.
2️⃣ Asbābun Nuzūl
(Sebab Turun Ayat)
Menurut riwayat yang disebutkan oleh
Imam Ath-Thabari dan Al-Wahidi, ayat ini turun dalam konteks pembahasan tentang
infak dan pengelolaan harta (ayat-ayat sebelumnya).
Allah menjelaskan bahwa:
- Setan menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan
(QS 2:268),
- Allah menjanjikan ampunan dan karunia,
- Maka Allah memberi hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki agar dapat memahami kebenaran dalam mengelola harta dan
kehidupan.
Artinya,
hikmah berkaitan erat dengan:
- Keputusan finansial,
- Sikap terhadap dunia,
- Kemampuan membedakan bisikan setan dan janji
Allah.
3️⃣ Dalil
Pendukung dari Hadis Shahih
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ:
رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ فَهُوَ
يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا
“Tidak boleh iri kecuali pada
dua hal:
seseorang yang Allah beri hikmah, lalu
ia mengamalkannya
dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari no. 73, Muslim no.
816 – Shahih)
Hadis ini menegaskan bahwa hikmah
adalah:
- Ilmu yang diamalkan,
- Lalu disebarkan untuk kemaslahatan umat.
4️⃣
CONTOH AKTUALISASI HIKMAH DI ZAMAN MODERN
🔹 1. DALAM
KEUANGAN SYARIAH
Orang yang berhikmah:
·
Tidak tergoda riba walau tampak menguntungkan,
·
Memilih investasi halal (sesuai fatwa DSN-MUI),
·
Mengelola harta dengan prinsip maqashid: menjaga harta (hifzh al-mal).
🔹 2. DALAM
PARENTING ISLAMI
- Mendidik anak dengan kasih sayang (QS. Luqman:
12–19),
- Menanamkan tauhid sebelum dunia,
- Menegur dengan lembut, bukan amarah.
🔹 3. DALAM MEDIA
SOSIAL
- Tidak menyebarkan hoaks (QS. Al-Hujurat: 6),
- Menjaga lisan digital,
- Menghindari debat tanpa ilmu.
🔹 4. DALAM
DAKWAH
- Menggunakan pendekatan:
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ
“Serulah (manusia) dengan hikmah.”
(QS. An-Nahl: 125)
5️⃣ HIKMAH (NILAI
MAQASHID SYARIAH)
Ayat ini menjaga lima tujuan syariah:
1.
Hifzh ad-Din (menjaga agama) → dengan pemahaman benar.
2.
Hifzh al-‘Aql (menjaga akal) → dengan ilmu yang lurus.
3.
Hifzh al-Mal (menjaga harta) → dengan keputusan
finansial yang benar.
4.
Hifzh an-Nafs (menjaga jiwa) → dengan kebijaksanaan
dalam konflik.
5.
Hifzh an-Nasl (menjaga keturunan) → dengan pendidikan
yang bijak.
6️⃣ PESAN MORAL
AYAT
1.
Hikmah adalah anugerah, bukan semata hasil kecerdasan.
2.
Tidak semua orang berilmu memiliki hikmah.
3.
Hikmah lebih berharga dari harta.
4.
Orang berakal (ulul albab) adalah yang mau mengambil
pelajaran.
Allah menutup ayat dengan:
وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
Menandakan bahwa hikmah hanya
dipahami oleh hati yang bersih dan akal yang jernih.
7️⃣ SIMPULAN
ILMIAH
1) Hikmah adalah kombinasi ilmu syar’i, pemahaman
mendalam, ketepatan dalam bertindak, dan keikhlasan.
2) Ia merupakan “kebaikan yang banyak” karena mencakup
keselamatan dunia dan akhirat.
3) Hikmah menjadi fondasi kepemimpinan, pendidikan,
ekonomi, dan dakwah.
4) Ia diberikan Allah kepada hamba yang
bersungguh-sungguh dalam mencari kebenaran.
8️⃣ SARAN PRAKTIS
UNTUK MERAIH HIKMAH
1.
📖
Mendalami Al-Qur’an dengan tafsir muktabar.
2.
📚
Belajar fiqh dari berbagai sumber yang sahih
3.
🧎
Memperbanyak doa:
اللَّهُمَّ آتِنَا الْحِكْمَةَ
“Ya Allah, anugerahkan kepada kami
hikmah.”
4.
🤲
Menjaga hati dari riya dan hawa nafsu.
5.
👥
Berguru kepada ulama Ahlus Sunnah yang sanad ilmunya jelas.
🌿 PENUTUP
RENUNGAN
1)
Hikmah bukan sekadar kepandaian berbicara, tetapi
kemampuan melihat dunia dengan cahaya wahyu.
2)
Seseorang mungkin kaya harta, tetapi tanpa hikmah ia
akan tersesat.
3)
Namun orang yang memiliki hikmah — walau sederhana
hidupnya — ia telah memperoleh “kebaikan yang banyak.”
4)
Pendakwah atau Pimpinan Ormas Islam yang genar
mengumbar kemarahan, memfitnah, menuduh tanpa bukti dan penelitian, atau membuka
aib sesame aktifis dakwah di media social, itu bukan pendakwah yang ideal,
bukan pemimpin ormas yang arif bijaksana
5)
Siapa nandur, bakal ngunduh
6)
Becik ketitik, ala ketara
7)
Siapa menabur angin, akan mneuai badai
8)
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا
يَرَهُۥ
9)
وَمَن يَعْمَلْ
مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ
10)
Semoga Allah menjadikan kita termasuk ulul albab yang
diberi cahaya hikmah dalam setiap langkah kehidupan. Aamiin.
Dikutip dari berbagai sumber dan diolah seperlunya
oleh Wiwin Purwosetiono
Banjarnegara, 12 Februari 2026
Jelang Romadhon 1447 H

Tidak ada komentar:
Posting Komentar