Rabu, 11 Februari 2026

PENDALAMAN PEMAHAMAN TENTANG HIKMAH DALAM BERDAKWAH

 


PENDALAMAN PEMAHAMAN TENTANG HIKMAH

DALAM BERDAKWAH


Pengantar :

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ ۝١٢٥

Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk.

Catatan :

1.    Lewat ayat di atas, Allah menginstruksikan kepada setiap muslim untuk berdakwah (menyeru manusia ke jalan Tuhan ) dengan  : (a) hikmah, (b) pengajaran yang baik, (c) berdebat dengan cara yang baik

2.    Ini berarti tiap muslim (terutama kaum pendakwah) harus memiliki ilmu hikmah dan perilaku yang penuh hikmah

3.    Dalam berdakwah harus penuh hikmah (bukan emosional,grusa grusu, balas dendan pribadi, senitimen pribadi, iri, dengki, benci , melumpuhkan seseorang agar pamor kita terangkat, su’udzon dan perlaku buruk lainnya )

4.    Dalam berdakwah harus menggunakan metode pengajaran yang baik (merangkul -bukan memukul, memikat-bukan menyikat, merayu-bukan menipu, setulus hati-bukan membenci, husnudzon-bukan su’udzon, )

5.    Dalam berdakwah, pantang su’udzon tanpa penelitian terlebih dahulu.

6.    Sikap pendakwah idealnya berdasar penelitian (data & fakta yang akurat, bukti dan saksi  yang teruji, analisis tajam berdasar kecerdasan akal, kecerdasan, emosi dan kecerdasan spiritual ). Jangan keburu menuduh tanpa konfirmasi agar tidak dicatat oleh Allah sebagai  orang dzolim. Mengapa ?  Sebab : sesunguhnya pendengaran, penghlihatan dan hati akan dimintai pertanggungjawaban              ( QS. Al-Isra ‘ :36)

 

7.    Dalam berdakwah usahakan mengubah benci jadi cinta, bukan sebaliknya

8.    Dalam berdakwah harus obyektif berdasar akal sehat , penelitian tajam yang didukung alquran dan hadis, serta bijak dan adil  

9.    Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan (QS. AL-MAIDAH : 8).

10.Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum , membuatmu tidak adil

11.Dalam berdakwah harus konsisten. Jika mengatakan A dilarang sebab begini dan begitu, maka kepada selain A juga harus berlaku sama. Jangan dalam suatu hal melarang A dengan alasan tertentu, tetapi kepada selain A, kita pilih kasih ( membiarkan bahkan mendukung)

12.Pendakwah dilarang munafik (emban cinde, emban siladan)

13.Dalam berdakwah , jangan keburu menilai seseorang sesat tak berguna. Sebab, bisa jadi orang yang kita nilai membahayakan islam dan umat islam, ternyata Allah menakdirkan dia lebih baik dalam berislam daripada kita . Ingatlah firman Allah:

·    اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ ۝

·     Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk.

14.   Lebih lanjut, mari kita pelajari pesan moral dalam QS. Albaqoroh : 269 )

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
“Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa diberi hikmah, sungguh ia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.”

 

1️ Makna Ayat Menurut Tafsir Muktabar

📖 Tafsir Ibnu Katsir

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa hikmah mencakup:

  1. Pemahaman mendalam tentang Al-Qur’an,
  2. Ilmu syar’i yang benar,
  3. Ketepatan dalam berbicara dan bertindak,
  4. Kebenaran dalam keyakinan dan amal.

Beliau menukil perkataan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

“Al-hikmah adalah pengetahuan tentang Al-Qur’an, nasikh dan mansukh, halal dan haram, muhkam dan mutasyabih.”

📖 Tafsir Al-Jalalain

Hikmah diartikan sebagai:

  1. Ilmu yang bermanfaat,
  2. Fiqh dalam agama,
  3. Kebenaran dalam ucapan dan amal.

 

 

 

📖 Tafsir Ath-Thabari

Hikmah adalah:

“Pemahaman yang benar dalam agama dan kemampuan menempatkan sesuatu pada tempatnya.”

Jadi, hikmah bukan sekadar kecerdasan, tetapi ilmu yang benar, dipahami dengan dalam, lalu diamalkan dengan tepat dan adil.


2️ Asbābun Nuzūl (Sebab Turun Ayat)

Menurut riwayat yang disebutkan oleh Imam Ath-Thabari dan Al-Wahidi, ayat ini turun dalam konteks pembahasan tentang infak dan pengelolaan harta (ayat-ayat sebelumnya).

 

Allah menjelaskan bahwa:

  1. Setan menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan (QS 2:268),
  2. Allah menjanjikan ampunan dan karunia,
  3. Maka Allah memberi hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki agar dapat memahami kebenaran dalam mengelola harta dan kehidupan.

 

Artinya, hikmah berkaitan erat dengan:

  • Keputusan finansial,
  • Sikap terhadap dunia,
  • Kemampuan membedakan bisikan setan dan janji Allah.

3️ Dalil Pendukung dari Hadis Shahih

Rasulullah bersabda:

لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ:

رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا
“Tidak boleh iri kecuali pada dua hal:

seseorang yang Allah beri hikmah, lalu ia mengamalkannya

 dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari no. 73, Muslim no. 816 – Shahih)

 

Hadis ini menegaskan bahwa hikmah adalah:

  • Ilmu yang diamalkan,
  • Lalu disebarkan untuk kemaslahatan umat.

4️

 

 CONTOH AKTUALISASI HIKMAH DI ZAMAN MODERN

🔹 1. DALAM KEUANGAN SYARIAH

Orang yang berhikmah:

·       Tidak tergoda riba walau tampak menguntungkan,

·       Memilih investasi halal (sesuai fatwa DSN-MUI),

·       Mengelola harta dengan prinsip maqashid: menjaga harta (hifzh al-mal).

🔹 2. DALAM PARENTING ISLAMI

  • Mendidik anak dengan kasih sayang (QS. Luqman: 12–19),
  • Menanamkan tauhid sebelum dunia,
  • Menegur dengan lembut, bukan amarah.

 

🔹 3. DALAM MEDIA SOSIAL

  • Tidak menyebarkan hoaks (QS. Al-Hujurat: 6),
  • Menjaga lisan digital,
  • Menghindari debat tanpa ilmu.

 

🔹 4. DALAM DAKWAH

  • Menggunakan pendekatan:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ
“Serulah (manusia) dengan hikmah.” (QS. An-Nahl: 125)


5️ HIKMAH (NILAI MAQASHID SYARIAH)

Ayat ini menjaga lima tujuan syariah:

1.    Hifzh ad-Din (menjaga agama) → dengan pemahaman benar.

2.    Hifzh al-‘Aql (menjaga akal) → dengan ilmu yang lurus.

3.    Hifzh al-Mal (menjaga harta) → dengan keputusan finansial yang benar.

4.    Hifzh an-Nafs (menjaga jiwa) → dengan kebijaksanaan dalam konflik.

5.    Hifzh an-Nasl (menjaga keturunan) → dengan pendidikan yang bijak.


6️ PESAN MORAL AYAT

1.    Hikmah adalah anugerah, bukan semata hasil kecerdasan.

2.    Tidak semua orang berilmu memiliki hikmah.

3.    Hikmah lebih berharga dari harta.

4.    Orang berakal (ulul albab) adalah yang mau mengambil pelajaran.

Allah menutup ayat dengan:

وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
Menandakan bahwa hikmah hanya dipahami oleh hati yang bersih dan akal yang jernih.


7️ SIMPULAN ILMIAH

1)    Hikmah adalah kombinasi ilmu syar’i, pemahaman mendalam, ketepatan dalam bertindak, dan keikhlasan.

2)    Ia merupakan “kebaikan yang banyak” karena mencakup keselamatan dunia dan akhirat.

3)    Hikmah menjadi fondasi kepemimpinan, pendidikan, ekonomi, dan dakwah.

4)    Ia diberikan Allah kepada hamba yang bersungguh-sungguh dalam mencari kebenaran.


8️ SARAN PRAKTIS UNTUK MERAIH HIKMAH

1.    📖 Mendalami Al-Qur’an dengan tafsir muktabar.

2.    📚 Belajar fiqh dari berbagai sumber yang sahih

3.    🧎 Memperbanyak doa:

اللَّهُمَّ آتِنَا الْحِكْمَةَ
“Ya Allah, anugerahkan kepada kami hikmah.”

4.    🤲 Menjaga hati dari riya dan hawa nafsu.

5.    👥 Berguru kepada ulama Ahlus Sunnah yang sanad ilmunya jelas.


🌿 PENUTUP RENUNGAN

1)       Hikmah bukan sekadar kepandaian berbicara, tetapi kemampuan melihat dunia dengan cahaya wahyu.

2)       Seseorang mungkin kaya harta, tetapi tanpa hikmah ia akan tersesat.

3)       Namun orang yang memiliki hikmah — walau sederhana hidupnya — ia telah memperoleh “kebaikan yang banyak.”

4)       Pendakwah atau Pimpinan Ormas Islam yang genar mengumbar kemarahan, memfitnah, menuduh tanpa bukti dan penelitian, atau membuka aib sesame aktifis dakwah di media social, itu bukan pendakwah yang ideal, bukan pemimpin ormas yang arif bijaksana

5)       Siapa nandur, bakal ngunduh

6)       Becik ketitik, ala ketara

7)       Siapa menabur angin, akan mneuai badai

8)       فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ

9)       وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ

10)    Semoga Allah menjadikan kita termasuk ulul albab yang diberi cahaya hikmah dalam setiap langkah kehidupan. Aamiin.

 

Dikutip dari berbagai sumber dan diolah seperlunya

oleh Wiwin Purwosetiono

Banjarnegara, 12 Februari 2026

Jelang Romadhon 1447 H

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar