Selasa, 03 Februari 2026

Pahala Mencari Ilmu dan Berdakwah dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis

 

Pahala Mencari Ilmu dan Berdakwah dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis

Mukadimah

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.
Segala puji bagi Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā yang telah menjadikan ilmu sebagai cahaya kehidupan, pembeda antara kebenaran dan kesesatan. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muḥammad
, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Hadirin rahimakumullāh,
Tema pengajian kita kali ini adalah “Pahala Mencari Ilmu dan Berdakwah”, sebuah tema yang sangat fundamental dalam Islam, karena agama ini berdiri di atas ilmu dan disebarkan dengan dakwah.


1. Kedudukan Ilmu dalam Islam

Islam menempatkan ilmu pada posisi yang sangat tinggi. Wahyu pertama yang turun bukanlah perintah shalat atau puasa, melainkan perintah membaca dan belajar.

Allah Ta‘ālā berfirman:

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
(QS. Al-‘Alaq: 1)

Ini menunjukkan bahwa ilmu adalah fondasi seluruh amal. Tanpa ilmu, ibadah bisa salah arah, dan dakwah bisa menyesatkan.

Allah juga berfirman:

يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَـٰتٍ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujādilah: 11)

Ayat ini menegaskan bahwa iman yang disertai ilmu akan melahirkan kemuliaan di sisi Allah.


2. Pahala Mencari Ilmu Menurut Hadis Sahih

Rasulullah menjelaskan secara tegas tentang keutamaan mencari ilmu.

Beliau bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa setiap langkah mencari ilmu bernilai ibadah dan menjadi sebab dimudahkannya jalan ke surga.

Bahkan, Rasulullah menyamakan kedudukan penuntut ilmu dengan makhluk-makhluk Allah lainnya:

“Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang ia lakukan.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, sahih)

Secara ilmiah dan spiritual, ini menunjukkan bahwa aktivitas intelektual dalam Islam memiliki nilai transendental, bukan sekadar akademik.


3. Ilmu Harus Diamalkan dan Didakwahkan

Hadirin rahimakumullāh,
Ilmu dalam Islam bukan untuk disimpan, tetapi untuk diamalkan dan disampaikan. Inilah hakikat dakwah.

Allah Ta‘ālā berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَـٰلِحًا
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan beramal saleh?”
(QS. Fuṣṣilat: 33)

Ayat ini menunjukkan bahwa dakwah yang paling efektif adalah dakwah yang berbasis ilmu dan amal.

Rasulullah bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
“Sampaikan dariku walaupun satu ayat.”
(HR. Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa setiap Muslim memiliki kewajiban dakwah sesuai kapasitas ilmunya.


4. Pahala Dakwah: Mengalir Tanpa Putus

Keutamaan dakwah bukan hanya pada saat dilakukan, tetapi pahalanya terus mengalir.

Rasulullah bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang mengerjakannya.”
(HR. Muslim)

Lebih dari itu, dakwah termasuk amal jariyah. Rasulullah bersabda:

“Apabila manusia meninggal dunia, terputus amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)

Ilmu yang diajarkan dan dakwah yang dilakukan akan terus menjadi pahala meskipun kita telah wafat.


5. Analisis Ilmiah dan Kontekstual

Secara ilmiah, masyarakat yang berilmu dan aktif berdakwah akan:

  1. Memiliki daya kritis terhadap kebatilan
  2. Mampu membangun peradaban beretika
  3. Menekan penyimpangan moral dan sosial

Inilah sebabnya Islam memadukan ilmu (knowledge) dan dakwah (transmission of values) sebagai pilar kebangkitan umat.


SIMPULAN

  1. Mencari ilmu adalah ibadah utama yang membuka jalan menuju surga.
  2. Ilmu dalam Islam harus diamalkan dan didakwahkan, bukan sekadar diketahui.
  3. Dakwah berbasis ilmu memiliki pahala besar dan berkelanjutan.
  4. Ilmu dan dakwah merupakan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga akhir hayat.

SARAN

  1. Jadikan menuntut ilmu sebagai kebutuhan hidup, bukan sekadar kewajiban formal.
  2. Sampaikan ilmu dengan hikmah, akhlak, dan keteladanan, sesuai QS. An-Naḥl: 125.
  3. Mulailah dakwah dari hal yang sederhana: keluarga, lingkungan, dan media yang positif.
  4. Perkuat niat bahwa mencari ilmu dan berdakwah semata-mata mengharap ridha Allah, bukan popularitas.

Penutup

Semoga Allah menjadikan kita termasuk ahli ilmu yang mengamalkan dan mendakwahkan ilmunya, serta mengalirkan pahala kepada kita hingga hari kiamat.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
والله أعلم بالصواب


SUMBER : CHAR GBT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar