Pahala Mencari Ilmu dan Berdakwah dalam Perspektif
Al-Qur’an dan Hadis
Mukadimah
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.
Segala puji bagi Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā yang telah menjadikan ilmu sebagai
cahaya kehidupan, pembeda antara kebenaran dan kesesatan. Shalawat dan salam
semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muḥammad ﷺ,
keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Hadirin rahimakumullāh,
Tema pengajian kita kali ini adalah “Pahala Mencari Ilmu dan Berdakwah”, sebuah
tema yang sangat fundamental dalam Islam, karena agama ini berdiri di atas ilmu
dan disebarkan dengan dakwah.
1. Kedudukan Ilmu dalam Islam
Islam menempatkan ilmu pada posisi yang sangat tinggi.
Wahyu pertama yang turun bukanlah perintah shalat atau puasa, melainkan perintah
membaca dan belajar.
Allah Ta‘ālā berfirman:
ٱقْرَأْ
بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
(QS. Al-‘Alaq: 1)
Ini menunjukkan bahwa ilmu adalah fondasi seluruh amal.
Tanpa ilmu, ibadah bisa salah arah, dan dakwah bisa menyesatkan.
Allah juga berfirman:
يَرْفَعِ
ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَـٰتٍ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujādilah: 11)
Ayat ini menegaskan bahwa iman yang disertai ilmu akan
melahirkan kemuliaan di sisi Allah.
2. Pahala Mencari Ilmu Menurut Hadis Sahih
Rasulullah ﷺ menjelaskan secara tegas tentang keutamaan
mencari ilmu.
Beliau bersabda:
مَنْ
سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا
إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya
jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa setiap langkah mencari ilmu
bernilai ibadah dan menjadi sebab dimudahkannya jalan ke surga.
Bahkan, Rasulullah ﷺ menyamakan kedudukan penuntut ilmu dengan
makhluk-makhluk Allah lainnya:
“Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya bagi
penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang ia lakukan.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, sahih)
Secara ilmiah dan spiritual, ini menunjukkan bahwa aktivitas
intelektual dalam Islam memiliki nilai transendental, bukan sekadar akademik.
3. Ilmu Harus Diamalkan dan Didakwahkan
Hadirin rahimakumullāh,
Ilmu dalam Islam bukan untuk disimpan, tetapi untuk diamalkan dan disampaikan.
Inilah hakikat dakwah.
Allah Ta‘ālā berfirman:
وَمَنْ
أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَـٰلِحًا
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada
Allah dan beramal saleh?”
(QS. Fuṣṣilat: 33)
Ayat ini menunjukkan bahwa dakwah yang paling efektif
adalah dakwah yang berbasis ilmu dan amal.
Rasulullah ﷺ bersabda:
بَلِّغُوا
عَنِّي وَلَوْ آيَةً
“Sampaikan dariku walaupun satu ayat.”
(HR. Bukhari)
Hadis ini menegaskan bahwa setiap Muslim memiliki
kewajiban dakwah sesuai kapasitas ilmunya.
4. Pahala Dakwah: Mengalir Tanpa Putus
Keutamaan dakwah bukan hanya pada saat dilakukan, tetapi pahalanya
terus mengalir.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ
دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti
orang yang mengerjakannya.”
(HR. Muslim)
Lebih dari itu, dakwah termasuk amal jariyah. Rasulullah ﷺ
bersabda:
“Apabila manusia meninggal dunia, terputus amalnya
kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang
mendoakannya.”
(HR. Muslim)
Ilmu yang diajarkan dan dakwah yang dilakukan akan terus
menjadi pahala meskipun kita telah wafat.
5. Analisis Ilmiah dan Kontekstual
Secara ilmiah, masyarakat yang berilmu dan aktif
berdakwah akan:
- Memiliki
daya kritis terhadap kebatilan
- Mampu
membangun peradaban beretika
- Menekan
penyimpangan moral dan sosial
Inilah sebabnya Islam memadukan ilmu (knowledge) dan dakwah
(transmission of values) sebagai pilar kebangkitan umat.
SIMPULAN
- Mencari
ilmu adalah ibadah utama yang membuka jalan menuju surga.
- Ilmu
dalam Islam harus diamalkan dan didakwahkan, bukan sekadar diketahui.
- Dakwah
berbasis ilmu memiliki pahala besar dan berkelanjutan.
- Ilmu
dan dakwah merupakan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga
akhir hayat.
SARAN
- Jadikan
menuntut ilmu sebagai kebutuhan hidup, bukan sekadar kewajiban formal.
- Sampaikan
ilmu dengan hikmah, akhlak, dan keteladanan, sesuai QS. An-Naḥl: 125.
- Mulailah
dakwah dari hal yang sederhana: keluarga, lingkungan, dan media yang
positif.
- Perkuat
niat bahwa mencari ilmu dan berdakwah semata-mata mengharap ridha Allah,
bukan popularitas.
Penutup
Semoga Allah menjadikan kita termasuk ahli ilmu yang
mengamalkan dan mendakwahkan ilmunya, serta mengalirkan pahala kepada kita
hingga hari kiamat.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
والله
أعلم بالصواب
SUMBER : CHAR GBT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar