Selasa, 06 Januari 2026

RIDO KEPADA ALLAH (PENGERTIAN, MANFAAT, HIKMAH ,DAMPAK DAN PESAN MORALNYA )

 

NASKAH PENGAJIAN ISLAMI ILMIAH

TOPIK: RIDO (RIDHA) KEPADA ALLAH

DISUSUN ULANG OLEH : WIWIN PURWOSETIONO






I. PENDAHULUAN

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. Segala puji bagi Allah ﷻ yang telah menciptakan manusia, mengatur takdirnya, serta menguji hamba-hamba-Nya dengan berbagai keadaan: nikmat dan musibah, lapang dan sempit. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Tema rido kepada Allah adalah tema aqidah dan akhlak yang sangat mendasar. Ia menentukan kualitas iman, ketenangan jiwa, serta keselamatan hidup dunia dan akhirat.


II. PENGERTIAN RIDO KEPADA ALLAH

1. Pengertian Bahasa (Lughatan)

الرِّضَا berarti menerima dengan lapang dada, merasa cukup, tidak membenci dan tidak menolak.

2. Pengertian Istilah (Istilāḥan)

Rido kepada Allah adalah:

Menerima seluruh ketentuan Allah ﷻ—baik perintah, larangan, takdir, maupun keputusan-Nya—dengan hati yang tenang, tunduk, dan penuh keimanan.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan:

Ridha adalah ketenangan hati terhadap aliran takdir.


III. AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG RIDO KEPADA ALLAH

1. QS. At-Taubah: 100

اَرْضَى اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ

Artinya:

“Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah.”

Makna:
Puncak kebahagiaan seorang mukmin adalah ketika Allah rida kepadanya dan ia pun rida kepada seluruh ketetapan Allah.


2. QS. Al-Fajr: 27–28

يٰٓأَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ۝ ارْجِعِيٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

Artinya:

“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadaan rida dan diridai.”

Makna:
Orang yang rida kepada Allah akan wafat dalam keadaan jiwa yang tenang dan mulia.


3. QS. Al-Mā’idah: 119

رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۚ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

Artinya:

“Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung.”


IV. HADIS-HADIS SAHIH TENTANG RIDO KEPADA ALLAH

1. Hadis tentang rido sebagai tanda iman

رَضِيتُ بِاللّٰهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ ﷺ نَبِيًّا

Artinya:

“Aku rida Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai nabiku.”

(HR. Muslim)


2. Hadis tentang rido dalam musibah

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ

Artinya:

“Besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Jika Allah mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka. Siapa yang rida, maka baginya keridaan Allah; siapa yang murka, maka baginya kemurkaan.”

(HR. Tirmidzi – hasan sahih)


V. LATAR BELAKANG / PENYEBAB KITA HARUS RIDO KEPADA ALLAH

  1. Allah Maha Mengetahui, manusia terbatas.

  2. Semua takdir Allah pasti mengandung hikmah.

  3. Dunia adalah tempat ujian, bukan tempat balasan.

  4. Rido adalah konsekuensi iman kepada qadha dan qadar.


VI. MANFAAT RIDO KEPADA ALLAH

  1. Hati tenang dan jiwa damai

  2. Terhindar dari stres dan putus asa

  3. Mendapat cinta dan rido Allah

  4. Hidup lebih bersyukur

  5. Kuat menghadapi ujian

  6. Husnul khatimah


VII. AKIBAT TIDAK RIDO KEPADA ALLAH

  1. Hati gelisah dan sempit

  2. Mudah marah dan menyalahkan takdir

  3. Jauh dari kebahagiaan

  4. Terancam murka Allah

  5. Lemah iman dan akhlak


VIII. CONTOH KASUS DAN PERISTIWA

1. Zaman Nabi ﷺ

Nabi Muhammad ﷺ di Thaif: dihina, dilempari batu, namun beliau tetap rida dan berdoa kebaikan.

2. Zaman Sahabat

Bilal bin Rabah r.a.: disiksa berat, tetap berkata Ahad… Ahad.

Umar bin Khattab r.a.: menerima takdir wabah Tha’un dengan penuh iman.

3. Zaman Kekinian

  • Orang kehilangan harta namun tetap bersyukur

  • Pasien penyakit berat tetap taat dan optimis

  • Keluarga diuji ekonomi tetapi tetap jujur dan sabar


IX. HIKMAH RIDO KEPADA ALLAH

  1. Membersihkan hati dari protes kepada Allah

  2. Meningkatkan kualitas iman

  3. Membentuk pribadi kuat dan dewasa

  4. Menghadirkan kebahagiaan hakiki


X. PESAN MORAL DARI AYAT DAN HADIS

  1. Jangan mengukur cinta Allah dengan materi

  2. Ujian bukan tanda kebencian Allah

  3. Rido adalah jalan kemuliaan

  4. Bahagia sejati berasal dari iman


XI. SIMPULAN

Rido kepada Allah adalah puncak iman, sumber ketenangan, dan kunci keselamatan dunia–akhirat. Orang yang rido akan dicintai Allah, hidupnya tenang, dan wafat dalam keadaan mulia.


XII. SARAN DAN PENUTUP

  1. Latih rido dengan memperbanyak dzikir dan doa

  2. Perkuat iman kepada qadha dan qadar

  3. Jadikan Rasulullah ﷺ sebagai teladan

اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الرِّضَا بَعْدَ الْقَضَاءِ

“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keridaan setelah Engkau menetapkan takdir.”

Wallāhu a‘lam bisshawāb.



Alhamdulillah, naskah pengajian ilmiah durasi ±2 jam tentang Rido kepada Allah telah saya susun lengkap dan sistematis di canvas (dokumen di samping layar).

Ciri utama naskah ini:

  • 📖 Berbasis Al-Qur’an dan hadis sahih

  • 🕌 Ayat dan hadis berbahasa Arab berharakat + terjemahan

  • 🧠 Ilmiah namun tetap komunikatif untuk pengajian

  • ⏱️ Terstruktur untuk durasi ±2 jam

  • 🔍 Memuat:

    • Pengertian rido kepada Allah

    • Dalil Al-Qur’an dan hadis sahih

    • Latar belakang kewajiban rido

    • Manfaat dan akibat tidak rido

    • Contoh nyata (zaman Nabi, sahabat, dan kekinian)

    • Hikmah dan pesan moral

    • Simpulan dan saran penutup

    • Doa peneguh rido

Siap digunakan untuk:

  • Pengajian masjid

  • Kajian rutin

  • Materi khutbah atau dauroh

  • Bahan cetak atau PDF

Jika Bapak Ustad Wiwin Purwosetiono menghendaki:

  • ✏️ Disederhanakan untuk jamaah awam

  • 🎤 Disusun ulang menjadi teks ceramah lisan

  • 📄 Dibuatkan ringkasan handout 5–10 halaman

  • 🎥 Disesuaikan untuk konten dakwah video / YouTube

silakan sampaikan, insyaAllah saya bantu sampai tuntas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar