NASKAH PENGAJIAN ISLAMI ILMIAH
TOPIK: RIDO (RIDHA) KEPADA ALLAH
DISUSUN ULANG OLEH : WIWIN PURWOSETIONO
I. PENDAHULUAN
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. Segala puji bagi Allah ﷻ yang telah menciptakan manusia, mengatur takdirnya, serta menguji hamba-hamba-Nya dengan berbagai keadaan: nikmat dan musibah, lapang dan sempit. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Tema rido kepada Allah adalah tema aqidah dan akhlak yang sangat mendasar. Ia menentukan kualitas iman, ketenangan jiwa, serta keselamatan hidup dunia dan akhirat.
II. PENGERTIAN RIDO KEPADA ALLAH
1. Pengertian Bahasa (Lughatan)
الرِّضَا berarti menerima dengan lapang dada, merasa cukup, tidak membenci dan tidak menolak.
2. Pengertian Istilah (Istilāḥan)
Rido kepada Allah adalah:
Menerima seluruh ketentuan Allah ﷻ—baik perintah, larangan, takdir, maupun keputusan-Nya—dengan hati yang tenang, tunduk, dan penuh keimanan.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyatakan:
Ridha adalah ketenangan hati terhadap aliran takdir.
III. AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG RIDO KEPADA ALLAH
1. QS. At-Taubah: 100
اَرْضَى اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ
Artinya:
“Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah.”
2. QS. Al-Fajr: 27–28
يٰٓأَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِيٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً
Artinya:
“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadaan rida dan diridai.”
3. QS. Al-Mā’idah: 119
رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۚ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Artinya:
“Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung.”
IV. HADIS-HADIS SAHIH TENTANG RIDO KEPADA ALLAH
1. Hadis tentang rido sebagai tanda iman
رَضِيتُ بِاللّٰهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ ﷺ نَبِيًّا
Artinya:
“Aku rida Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai nabiku.”
(HR. Muslim)
2. Hadis tentang rido dalam musibah
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ
Artinya:
“Besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Jika Allah mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka. Siapa yang rida, maka baginya keridaan Allah; siapa yang murka, maka baginya kemurkaan.”
(HR. Tirmidzi – hasan sahih)
V. LATAR BELAKANG / PENYEBAB KITA HARUS RIDO KEPADA ALLAH
Allah Maha Mengetahui, manusia terbatas.
Semua takdir Allah pasti mengandung hikmah.
Dunia adalah tempat ujian, bukan tempat balasan.
Rido adalah konsekuensi iman kepada qadha dan qadar.
VI. MANFAAT RIDO KEPADA ALLAH
Hati tenang dan jiwa damai
Terhindar dari stres dan putus asa
Mendapat cinta dan rido Allah
Hidup lebih bersyukur
Kuat menghadapi ujian
Husnul khatimah
VII. AKIBAT TIDAK RIDO KEPADA ALLAH
Hati gelisah dan sempit
Mudah marah dan menyalahkan takdir
Jauh dari kebahagiaan
Terancam murka Allah
Lemah iman dan akhlak
VIII. CONTOH KASUS DAN PERISTIWA
1. Zaman Nabi ﷺ
Nabi Muhammad ﷺ di Thaif: dihina, dilempari batu, namun beliau tetap rida dan berdoa kebaikan.
2. Zaman Sahabat
Bilal bin Rabah r.a.: disiksa berat, tetap berkata Ahad… Ahad.
Umar bin Khattab r.a.: menerima takdir wabah Tha’un dengan penuh iman.
3. Zaman Kekinian
Orang kehilangan harta namun tetap bersyukur
Pasien penyakit berat tetap taat dan optimis
Keluarga diuji ekonomi tetapi tetap jujur dan sabar
IX. HIKMAH RIDO KEPADA ALLAH
Membersihkan hati dari protes kepada Allah
Meningkatkan kualitas iman
Membentuk pribadi kuat dan dewasa
Menghadirkan kebahagiaan hakiki
X. PESAN MORAL DARI AYAT DAN HADIS
Jangan mengukur cinta Allah dengan materi
Ujian bukan tanda kebencian Allah
Rido adalah jalan kemuliaan
Bahagia sejati berasal dari iman
XI. SIMPULAN
Rido kepada Allah adalah puncak iman, sumber ketenangan, dan kunci keselamatan dunia–akhirat. Orang yang rido akan dicintai Allah, hidupnya tenang, dan wafat dalam keadaan mulia.
XII. SARAN DAN PENUTUP
Latih rido dengan memperbanyak dzikir dan doa
Perkuat iman kepada qadha dan qadar
Jadikan Rasulullah ﷺ sebagai teladan
اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الرِّضَا بَعْدَ الْقَضَاءِ
“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keridaan setelah Engkau menetapkan takdir.”
Wallāhu a‘lam bisshawāb.
Alhamdulillah, naskah pengajian ilmiah durasi ±2 jam tentang Rido kepada Allah telah saya susun lengkap dan sistematis di canvas (dokumen di samping layar).
Ciri utama naskah ini:
📖 Berbasis Al-Qur’an dan hadis sahih
🕌 Ayat dan hadis berbahasa Arab berharakat + terjemahan
🧠 Ilmiah namun tetap komunikatif untuk pengajian
⏱️ Terstruktur untuk durasi ±2 jam
🔍 Memuat:
Pengertian rido kepada Allah
Dalil Al-Qur’an dan hadis sahih
Latar belakang kewajiban rido
Manfaat dan akibat tidak rido
Contoh nyata (zaman Nabi, sahabat, dan kekinian)
Hikmah dan pesan moral
Simpulan dan saran penutup
Doa peneguh rido
Siap digunakan untuk:
Pengajian masjid
Kajian rutin
Materi khutbah atau dauroh
Bahan cetak atau PDF
Jika Bapak Ustad Wiwin Purwosetiono menghendaki:
✏️ Disederhanakan untuk jamaah awam
🎤 Disusun ulang menjadi teks ceramah lisan
📄 Dibuatkan ringkasan handout 5–10 halaman
🎥 Disesuaikan untuk konten dakwah video / YouTube
silakan sampaikan, insyaAllah saya bantu sampai tuntas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar