Rabu, 12 September 2018

RESEP MENUJU BANJARNEGARA SUKSES SEJAHTERA SEBAGAI KEBANGGAAN JAWA TENGAH DAN INDONESIA RAYA



GELIAT BANJARNEGARA
Banjarnegara menggeliat dari waktu ke waktu
di setiap sudut kusaksikan senyum dan dendang merdu
di setiap jengkal banyak rejeki
burung bernyanyi bunga mewangi alam berseri
beragam buah palawija jagung padi disuguhkan pertiwi
ditemani kali kacangan serayu merawu 
menyegarkan pikir dan kalbu
Inilah Banjarnegara , ada berkah dari langit bumi
karna warga guyup rukun giat kerja rajin mengaji
pendeta biksu kyai bergandeng mesra membangun toleransi
tak ada persekusi, tak ada intimidasi , semua indah dalam demokrasi
Inilah Banjarnegara 
terus menggeliat bertakwa berprestasi berdayaguna
Dawet Ayu , Dieng dan segala alam makin mempesona
warga dan Bupati saling asah asih asuh merajut cita
membawa Banjarnegara ke singgasana dunia
Inilah Banjarnegara , terus menggeliat berbenah diri
menggali potensi , tersenyum berinovasi dipandu kalam suci
karna warga paham sejarah
di bumi Banjarnegara, para syuhada rela berdarah darah
lewat nyilu tulang pendahulu ,maka ragam sarana berdiri megah
segala pesona yang ada , adalah puji Tuhan menggelar berkah
Maka di tengah Banjarnegara menggeliat bergairah
jangan ada yang berkhianat mengikari amanah
jangan ada yang melupakan sejarah
jangan ada yang membuat warga dan Allah marah
Waktu terus bersaksi Banjarnegara terus menggeliat
Kau dan aku wajib terlibat memikul segala amanat, agar Tuhan terus beri nikmat
=================================================
Banjarnegara, Selasa : 12 September 2018

JANGAN MUDAH BERJANJI


JANGAN MUDAH BERJANJI

Sahabat,
Jangan mudah berjanji
kalau hanya untuk mendulang simpati
jangan mudah berjanji
kalau akhirnya diingkari

Jangan mudah berjanji
kalau hanya untuk nutup kekurangan diri

Sahabat,
Jangan mudah berjanji
jika kau tahu, sesungguhnya sudah tak mampu
berjuta orang bisa ditipu untuk bela napsu
tapi Tuhan Maha Tahu, segala denyut janji palsu
Dia pasti meringkusmu di ujung waktu

Sahabat,
Jangan mudah berjanji
hanya karna bela kursi
di ujung lidahmu bergantung amanat
jangan permainankan nasib umat
hanya karna gila hormat

Sahabat,
jangan mudah berjanji
hanya demi kepuasan
singgasana dan segala kemewahan
hanyalah titpan Tuhan
jangan ngotot dipertahankan
sampai jual pesona jual  iman
untuk menutup segala kelengahan
takutlah pada Tuhan
walau mungkin orang orang di sekitarmu tidak berani melawan

Sahabat,
jangan mudah berjanji
kalau hanya demi gensi
neraka jahanam kan menerkam orang munafik
yang suka tebar janji penuh licik 

Sahabat,
Ini zaman akhir, bumi makin tua dan rapuh
jangan mudah berjanji untuk menutup segala keluh
hati dan pikirmu sudah sangat keruh
berikan amanah kepada yang lebih tangguh
segera wudlu dan bersimpuh
agar segala kotormu luruh
dan Tuhan senyum ketika kau melepas ruh

Banjarnegara, Kamis 13 September 2018
jam 00.30





Sabtu, 08 September 2018

BISMILLAH, AKU MENCINTAIMU



Bismillah,
aku mencintaimu sangat yakin
kau tuntun aku di jembatan shirotol mustaqim
segala gerakku terjamin
dan segalanya jadi serba mungkin

Bismillah,
aku mencintaimu sepenuh jiwa
kau setia menjaga di setiap ku lena
kau bisikkan ayat ayat cinta
mengantarku ke singgasana semula

Bismillah ,
aku mencintaimu penuh semangat
kau curahkan segala nikmat
lewat mahar syariat
membuatku kaya harkat martabat
dan setiap yang bernyawa kasih hormat
surga pun  terasa makin dekat

Bismillah,
aku mencintaimu sepenuh hati
karna kau kekasih yang tak pernah ingkar janji
segala ucapmu pasti
segala maumu terjadi
kau tak terkalahkan oleh segala jagoan
kau tak terkalahkan oleh beragam nilai yang menyilaukan

Bismillah,
aku mencintaimu sampai lepas nyawa ini
karna ku sadari
padamu akan kembali
untuk mempertanggungjawabkan diri
=========================================================================
banjarnegara , Sabtu : 8 september 2018
kenangan ikut diklat Sabusagu

Jumat, 24 Agustus 2018

PERTANYAAN DI JAMAN AKHIR, JELANG KIAMAT




Ketika ulama ingin silaturrahmi, kau ngacir  pergi
Ketika ulama bela agama, kau nistakan dia
Ketika ulama meluruskan amanah, teganya kau memfitnah
Ketika ulama bela negara, eh, kaujerat masuk penjara
Kenapa kau ?

Ketika bingung nyicil utang, duit umat kau keplang
Tapi pada ulama yang kritis, kau garang
Ulama suluh bangsa, kau cegat kau hadang
Kenapa kau ?

Ketika komunis kibarkan bendera, kau cuekkin
Ketika ulama kibarkan bendera, kau recokkin
Ketika ulama disertasi ilmiah, kau fitnah , kau kejar atas nama bela dasar negara
Ketika setan berpuisi menghujat, justru kau  bela atas nama sastra budaya
Kenapa kau ?

Satu demi satu ulama kau sakiti, atas nama orang gila
Satu persatu ulama kau bungkam dengan iming iming tahta
Agar pisahkan dunia dari agama
Kenapa kau ?

Kenapa kau tak suka pada yang bernilai agama
Bencimu pada ulama tak bertepi tak terkira
Kenapa kau ?

Kini,
Ketika kau butuh kursi mapan
Kau pasang ulama sebagai umpan
Kenapa kau ?
Dimanakah iman dan akal sehatmu ?
Dimanakah nasionalisme dan patriotismemu ?
Kenapa anak anak bangsa kau pecah belah demi napsumu ?
Kenapa kau ?

Tidakkah kau takut pada Tuhan,  yang akan minta pertanggungjawaban ?
Jangan karena politik dan kekuasaan
Kau jadi buta tuli, tak lagi punya perasaan
Kasihan anak anak bangsa yang berat memikul beban

Listrik naik, pajak naik, BBM naik, harga harga naik
Nilai uang anjlok, negara terseok, kau mulai panik
Kenapa kau ?

Mana sumpah dan janjimu yang dulu kau tebar penuh pesona ?
Loh, kok mungkir…
Kenapa kau ?


BANJARNEGARA, JUMAT : 24 AGUSTUS 2018

Kamis, 23 Agustus 2018

PUISI UNTUK TUAN GURU


PUISI UNTUK TUAN GURU

Tuan Guru
kala kau jadi imam yang khusuk
jamaah tawadzuk
keluarga sakinah mawadah warahmah
menyusuri jalan syariah
di bumi nan penuh berkah

Tuan Guru
kala tergoda dunia, dan salah langkah
bumi berguncang guncang goyah
jamaah sedih susah
meratap pilu suara lirih lemah
merindukan imam yang istiqomah

Tuan Guru
Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan
jalan panjang nan elok , sampai kau lupakan
apakah kursi bagimu sangat menyilaukan
hingga tangis jamaah tak kauhiraukan

Tuan Guru
kami ingat tauhid yang kau ajarkan
hanya boleh takut pada tuhan
tak pantas menjilat insan
demi mimpi kekuasaan
atau takut ancaman

Tuan Guru
kembalilah ke masjid
kumandangkan syariat wahid
bersama para mujahid
hidup mulia atau mati syahid

Tuan Guru
bersihkan nurani
dengarkan bisik bumi
kita semua kan ke pangkuan ilahi robbi

jangan jual akidah demi napsu serakah
di jalan yang salah

kembalilah pada jamaah
sebagai imam yang istiqomah

dari kami yang mencintaimu karena allah

Banjarnegara, Kamis : 23 Agustus 2018

Senin, 26 Maret 2018

BERGERAKLAH, KADO ULANG TAHUN


BERGERAKLAH

Jangan biarkan diri ini terkurung ragu
Apalagi terjerat khayalan dan lamunan pilu
Bergeraklah dengan pasti
Bergabung dalam kebaikan suci
Memang selalu ada resiko untung rugi
Tapi ada Allah yang setia merahmati

Bergeraklah penuh analisis dan tawakkal
Kita punya jiwaraga dan akal
Punya doa sebagai modal awal
Yakinlah
Bismillah
Bersama Allah, tak ada yang tak mungkin        
Dengan tongkat, Musa bisa bikin tol samudra
Diantar Jibril, Muhammad bisa ke luar angkasa
Hanya sekejap mata                 
Karena Allah selalu bersama kita

Bergeraklah
Jadi pemain handal yang yakin dan lihai
Jangan cuma curiga dan berandai andai
Jangan cuma berkomentar yang aduhai

Bergeraklah
Lihatlah orang lain mulai memetik hasil
Jangan terkurung bimbang dalam pikiran dekil
Lihatlah orang ramai ramai panen
Berubahlah jadi supermen
Bergabunglah dengan orang orang keren
Bergeraklah dengan berbagai jaringan agen
Jangan terjerat ragu permanen
================================================
                            Renungan ulang tahun ke 55 , 27 maret 2018

Kamis, 28 Desember 2017

PERMOHONAN MAAF PADA KEKASIH



PERMOHONAN MAAF
Kawan
maafkan saya
umur sudah makin tua
khilaf salah dosaku telah berlebih
jangan ajak aku bertengkar berselisih
di sisa usia , saya butuh banyak teman
untuk meraih ridlo Tuhan
Maafkan aku kawan
aku sudah sangat lemah
telah kulepas segala senjata
telah tinggalkan semua pasukan
telah kusetop segala backing
telah kucopot segala atribut
jangan ajak aku ribut ribut
jaga sikap jaga mulut
karena aku dan kau diintai maut
Yang tiap detik bisa saja merenggut

Maafkan aku kawan
ijinkan aku bertanya
mengapa kau harus curiga diajak kebaikan
sementara cuek menyaksikan kebatilan
siapkah menghadapi Pengadilan Maha Tinggi
yang tertulis dalam kitab suci
Mari berbenah diri
menyatukan visi misi
menyantuni anak anak negri
agar tersenyum manis dalam peluk ilahi

Maafkan aku kawan
dalam kondisi sangat lemah
jangan sirami aku dengan fitnah
jangan kurung aku dalam amarah
jangan paksa aku bermusuhan
sebab
dalam kondisi sangat lemah
aku hanya takut pada Tuhan
aku hanya bersandar pada Tuhan
jangan paksa aku pinjam tangan  Tuhan
lewat sujudku, dzikirku, dan doaku  sepanjang jaman
=========================================
SENIN, 18 DESEMBER 2017
AKU YANG SANGAT LEMAH :
WIWIN PURWOSETIONO